Rabbi,
aku masih teringat akan hal-hal itu
Rabbi,
aku masih mengelus dadaku untuk sekedar menabahkan hati ini
Rabbi,
aku bahkan terkadang sering meneteskan "sedikit" air mata ini hanya sekedar pelepas penat
Rabbi,
bagaimana ini?
aku belum bisa mengatur hati ini
aku masih terbuai akan hal hal yang fana dan semu
Rabbi,
aku semakin terluka dalam sekali sehinnga akupun merasa terbawa dalam arus ini
semakin membuatku menjauh dari kepastian takdir-Mu
Rabbi,
aku membutuhkan lebih banyak lagi dosis dari penawar-Mu
Rabbi,
genggam aku dalam Dzat-Mu agar aku bisa yakin bahwa setelah badai ini akan ada siluet indahnya pelangi dalam langit hidupku
Rabbi,
kuatkan aku dalam meniti setapak demi setapak ujian dalam sajadah panjang bernama kehidupan ini...
Ya Muhaimin, aku mencintaimu ...
No comments:
Post a Comment